About chochopil

I am Everlasting Friends. I was born for My Family, Best Friend and Super Junior. Korea I'm coming \\(^_^)//

[I AM NOT SPARKYU, BUT I LOVE CHO KYUHYUN]

Title : I AM NOT SPARKYU, BUT  I LOVE CHO KYUHYUN

Cast :

Cho Kyuhyun

Choi Jora

Choi Siwon

Length : Oneshoot

Rating : PG-15

Genre : Romance

Author : AskaSimba

FB : Friska Sastika

Twitter : @ImFrissasti

DOB : 11 Januari 1994

 

 

Disclaimer : This Fan Fiction is pure of result from my imagination. Don’t Like Cast?? Don’t Read!! No Copy-Paste. No Plagiarism. No Bash.

 

HAPPY READING~~~

 

 

“Berambut panjang?? Bermata bulat?? Berkaki indah?? Peduli plus setia?? Cihh… tipe wanita ideal macam apa itu. Tidak ada istimewanya” aku berkicau layaknya burung hantu di pagi hari. Membaca tabloid yang berisi berita tentang pria menyebalkan ini membuatku meruntukinya.

“Ishh… Jora-ah kau ini apa-apaan sih. Kalau tidak suka yah sudah. Kau tak perlu menghinanya seperti itu”

“Ya ya ya bela saja terus si gamers yang payah itu. Kalian telah dibutakan oleh kebodohannya” jawabku yang ketus meladeni ucapan sahabatku, Jiwon.

 

 

I AM NOT SPARKYU…

Yap… sebutan itulah yang pantas untuk aku sandang mungkin untuk selamanya. Aku memang bukanlah penggemar si Tuan Cho itu. Errr… bisa-bisanya Super Junior memiliki member bodoh seperti dia. Aku tak suka melihat tingkah lakunya. Bocah tengik yang suka menjahili para hyungnya. Cihh… dongsaeng macam apa dia, dasar dongsaeng kurang ajar. Tapi aku heran kenapa banyak orang yang menyukainya. Apa hebatnya sih dia?? Keistimewaan tidak punya, yang ada hanya  kekurangan yang berlebihan. Apa mereka sudah buta hingga mereka mau menyebut diri mereka Sparkyu?? Sebutan macam apa itu?? Kalau aku jadi mereka aku tidak akan pernah mau mengaguminya. Jangankan mengaguminya, meliriknya pun aku tidak sudi. Karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau jadi Sparkyu. 

 

Sore ini Siwon oppa akan berkunjung ke kafe keluarga ku. Sepupu ku yang satu ini walaupun jadwalnya super sibuk, tapi dia akan sempat-sempatnya berkunjung kemari minimal sebulan sekali.

“Jora-ah…”

Aku mendongkakkan kepalaku dari meja kasir hingga aku menangkap sosok pria yang suaranya tadi memanggilku. Itu Siwon oppa.

“Oppa…”

Aku melihatnya di ambang pintu sambil melambaikan tangan.

“Oso oseyo oppa. Silahkan duduk” aku menghampiri Siwon Oppa dan duduk bersamanya.

“Apa kau sedang sibuk?? Sepertinya pengunjung yang datang sore ini lumayan banyak”

“Aniya Oppa, aku sedang tidak sibuk. Bagaimana kabarmu??”

“Kabarku baik. Kau sendiri bagaimana??”

“Aku baik-baik saja oppa”

“Hmm… dimana Johyun?? Aku tak melihatnya” tanyanya seraya mencari sosok eonni ku yang menyebalkan itu.

“Johyun Eonni sedang ada urusan, jadi hari ini aku yang menggantikannya”

“Oh begitu…”

Matanya, hidungnya, bibirnya, aigoo… aku tak tahan melihat itu semua. Oppa ku yang satu ini sempurna sekali. Wajar saja kalau dia dinobatkan sebagai member tertampan di grupnya. Dia memiliki paras yang menggoda setiap kali wanita menatapnya.

“Jora… Jora…”

Senyumnya sangat menawan. Siwon… andai saja kau bukan sepupuku, aku akan menjadikanmu sebagai suamiku. Plakk… CHOI JORA PABBOYA, apa yang barusan aku pikirkan. Jangan berpikir hal-hal yang bodoh.

“Choi Jora…” teriak oppa di wajahku.

“Ah, ne Oppa” aku segera bangun dari imajinasi bodoh ini.

“Kenapa kau diam menatapku terus hah??”

“Aniya Oppa”

“Apa di wajahku ada sesuatu??”

“Ani…” aku menggelengkan kepala.

Omona?? Aku baru ingat, aku lupa menawarkan minuman untuk Siwon Oppa. Aishh… ini pasti gara-gara mengkhayal tadi.

“Omo…”

“Wae??”

“Mianhae Oppa, aku lupa. Kau mau pesan apa??”

“Hahaha… akhirnya kau sadar juga”

“Jeongmal mianhae Oppa. Aku benar-benar lupa. Sungguh” pipiku merah. Ini sungguh memalukan.

“Apa sih yang kau pikirkan sampai-sampai lupa menawarkan minum untukku”

Aku hanya diam tanpa kata. Aku tak sanggup menjawab pertanyaan darinya. Aku akan terlihat bodoh dihadapannya jika aku memberitahu apa yang barusan ku pikirkan.

“Hmm… enaknya pesan apa yah??” gumam Siwon Oppa sambil membolak balikkan daftar menu yang dia pegang.

Aku menatap Oppa serius, sesekali aku juga memperhatikan semua pelayan yang melayani para pengunjung.

“Mwo…??”

Aku melihat Oppa dengan ekspresi terkejut di wajahnya.

“Wae??”

“Apa kalian punya menu baru sekarang??” katanya sambil terus menatap buku menu.

Menu baru?? Apa iya?? Kenapa aku tak tahu?? OK aku akui Siwon Oppa adalah salah satu pengunjung kafe kami yang paling sering datang kemari. Saking seringnya sampai-sampai dia hafal dengan semua menu yang kami sediakan. Tapi, menu baru?? Setahu ku tidak ada.

“Menu baru??”

“Ne, minuman kopi dengan nama yang, hmm… cukup unik. Sejak kapan kau jadi mengaguminya??” Oppa menatapku serius.

“Mengagumi siapa??” aku bingung dengan pertanyaannya.

“Cho Kyuhyun”

“Mwo?? Cihh… sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau mengaguminya” aku menunjukkan sikap kebencianku pada pria yang bernama Cho Kyuhyun.

“Tapi bukankah nama semua menu di kafe ini kau yang membuatnya??”

“Ne, wae??”

“Namanya unik. Kau mengambilnya dari nama maknae kami Cho Kyuhyun. CHOKYULATE COFFE”

“MWO???”

Mataku terbelalak mendengar nama itu dan telingaku, telingaku terasa panas jika mendengar nama Cho Kyuhyun.

“Kenapa terkejut?? Kan kau yang membuat namanya”

Emosiku kini memuncak melihat nama itu terpampang di buku daftar menu. CHOKYULATE, nama menjijikan itu menjadi nama menu di kafe ini?? Sungguh, ini bukan aku yang membuatnya. Sampai matipun aku tak akan mau berurusan dengan pria bernama Cho Kyuhyun itu.

“Sial…” emosiku meluap.

Aku tahu ini ulah siapa. Awas saja nanti, akan ku omeli dia habis-habisan.

 

xxx

 

BRAKK…

Aku melempar buku daftar menu kafe tepat di hadapannya yang sedang asyik menonton acara di TV. Aku geram melihatnya. Dia seakan tak menghargaiku. Seharusnya dia minta izin dulu padaku kalau dia mau menambah menu baru. Baiklah, dia lebih tua dariku jadi tak perlu minta izin dulu karena ini adalah kafe milik bersama. Tapi kenapa menu barunya harus memakai nama… Errr… aku muak kalau harus menyebut namanya.

“Hey apa yang kau lakukan?? Tidak sopan” sahutnya.

“Tidak sopan kau bilang?? Kau yang tidak sopan. Apa maksudmu menambah menu baru di kafe kita hah??” bentakku.

“Jangan membentak ku. Aku ini Eonni mu. Arra??”

“Walaupun kau Eonni ku tapi kau tidak ada hak untuk mengganti atau menambah menu kecuali aku. Itu sudah jadi keputusan bersama”

“Apa aku harus minta persetujuan dulu darimu?? Lagipula 60% dari kafe itu adalah milikku” dia menyanggah ucapan ku.

Ne, arraseo. Aku hanya mendapat 40% dari kafe itu. Mungkin ini juga tak adil baginya yang harus dapat persetujuan dariku mengenai menu. Tapi aku tak suka dengan menu yang dia buat.

“AKU TAK SUKA NAMA MENU BARU YANG KAU BUAT” aku berteriak di hadapannya. Itu membuat dia menutup telinganya.

“Yak pabboya. Bisa tidak kau tidak teriak. Ini sudah malam!!”

Aku tak peduli walau ini sudah malam. Aku kesal karena ulahnya. Ingin rasanya aku melempar Eonniku ini jauh-jauh ke Sungai Han.

“Chokyulate, nama menjijikan itu tak layak dijadikan nama menu”

“Apanya yang tidak layak?? Bagus kok. Unik” ucapnya sambil melihat buku daftar menu.

“ITU MENJIJIKAN” aku meneriakinya lagi.

“Jangan berteriak bodoh”

“Nama itu kau ambil dari nama pria bodoh itu kan??”

“Pria bodoh?? Maksud mu Cho Kyuhyun??”

“sSapa lagi kalau bukan dia” jawabku emosi.

“Jaga mulutmu!! Dia bukan pria bodoh sebodoh dirimu. Dia adalah pangeran tampan yang mempesona”

“Pria tampan yang mempesona?? Itu menjijikan buatku”

“Kau bisa berkata itu karena kau bukan Sparkyu”

“Sekalipun aku Sparkyu aku tidak akan mendewakannya. Dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah menjadi Sparkyu. Kau ingat itu”

“Ishh… jadi mau mu apa sekarang hah??”

“Aku mau kau menghapus menu itu dari daftar menu di kafe kita” perintah ku.

“Yah tidak bisa Jora-ah”

“Wae??”

“Beberapa hari ini menu itu sangat laris di kafe kita. Banyak orang yang memesan minuman itu” wajahnya menunjukan wajah melas memohon padaku “Mungkin karena namanya, Chokyulate Coffe. Ohh… Cho Kyuhyun” dia tersenyum saat mengucapkan nama itu. Aku yakin dia sedang mengkhayal yang tidak-tidak.

“Tidak bisa. SEKALI TIDAK TETAP TIDAK”

“Aishh… kau ini”

“Kalau Eonni tidak mau menghapusnya, biar aku yang akan menghapusnya dari daftar menu”

“Ku mohon jangan saeng. Apa kau mau pengunjung kita berkurang karena kau menghapus menu itu?? Nanti apa kata pengunjung kita. Kita akan di cap sebagai kafe yang tidak konsisten dalam menyediakan menu makanan”

“Aku tak peduli”

“Pikirkanlah lagi. Ku mohon jangan dihapus”

 

 

Semalam suntuk aku memikirkan nama menu itu. Aku tak suka melihat namanya terpajang di daftar menu. Arrgghh… aku benci melihatnya. Aku benci dengan pria itu. Aku juga benci Eonni ku. Aku benci semuanya.

“AKU BENCIIII…” aku berteriak di halaman kampus.

“Jora-ah, kau ini kenapa sih?? Kenapa teriak??” tanya Jiwon yang duduk di sampingku.

“Aku benci semuanya…”

“Benci siapa??”

“Pria itu. Kenapa harus nama pria itu dijadikan menu??”

“Menu apa sih?? Ceritakan padaku!!”

“Eonni ku, dia menambah minuman baru di kafe kami dan kau tahu apa nama menu nya??”

Jiwon hanya menggeleng kepala.

“CHOKYULATE COFFE. Nama yang menjijikan”

“Chokyulate Coffe?? Nama yang unik. Chokyulate, Chokyu, Cho Kyuhyun??”

Telinga ku tiba-tiba terasa panas mendengar nama orang itu.

“Jangan sebut nama itu di hadapan ku. Aku muak mendengarnya”

“Cho Kyuhyun?? Chokyulate?? Ah, Eonni mu pintar membuat nama. Aku suka”

Jiwon dan Eonni ku adalah satu komplotan. Aku benci kalau mendengar mereka asyik membicarakan evil jahil itu.

“Kau dan Eonni ku sama saja. Kalian berdua satu komplotan” aku beranjak pergi meninggalkan Jiwon di taman.

 

 

Sepulang dari kampus aku terus memikirkan ucapan  Johyun Eonni. Perkataan nya ada benar nya juga. Kalau aku menghapus menu itu maka para pengunjung akan mencap kami sebagai kafe yang tidak konsisten dalam menyediakan menu. Kalau hal itu terjadi, itu akan berdampak buruk bagi keluarga ku. Walaupun penghasilan orang tua ku tidak terpaku pada pendapatan kafe tapi itu akan menjadi boomerang tersendiri untuk ku. Bisa-bisa Appa tidak mengizinkan aku dan Eonni untuk mengelola café itu lagi. Arghh… Sial.

 

Kali ini aku memilih jalan kaki sampai ke cafe. Kebetulan jarak antara café dan kampusku tidak terlalu jauh. Aku sengaja jalan kaki, aku hanya ingin menghilangkan stress yang tak kunjung hilang dari penat ku.

Sesekali aku berpikir kenapa aku sangat membencinya. Padahal aku kan ELF, tapi kenapa aku harus membenci dia. Haruskah aku menjadi ELF minus Cho Kyuhyun??

“Cho Kyuhyun, kenapa aku sangat membencimu” gumam ku sambil menendang kaleng soft drink didepanku.

PLAKK…

Kaleng itu, itu kaleng soft drink yang ku tendang tadi. Sial, kaleng itu malah mengenai seseorang yang berjalan di depan ku.

“Aww… Appo” orang itu memegang kepalanya sambil menahan sakit. Aku yang melihat itu langsung menghampirinya.

“M-mianhae…  Gwaenchanayo??” aku takut terjadi sesuatu pada orang ini.

“aww… siapa yang menendang kaleng minuman ini hah?? Apa dia tidak punya mata?? Dia tidak melihat ada orang berjalan di hadapannya” dia terus mengoceh. Itu membuatku tambah ketakutan

“M-mianhae ahjussi. Sini biar ku bantu”

Aku membantu namja ini berjalan. Sepertinya tendangan ku tadi cukup kuat mengenai keningnya. Kalau sampai dia mengadukan ini ke polisi, habislah riwayatku.

“Gwaenchanayo ahjussi?? Mari biar ku bawa ke rumah sakit” setidaknya tawaran itulah yang bisa aku utarakan padanya.

“Kau…??”

Namja ini menatap ku geram. Aku pun jadi takut dibuatnya. Ditambah lagi penampilannya yang serba hitam dan tertutup. Dia terlihat seperti penjahat.

“Jadi kau yang menendang kaleng itu??” ucapnya dengan nada tinggi.

“N-ne a-ahjussi…” jawabku terbata-bata.

“Kau… Apa kau tidak lihat ada orang di hadapanmu hah?? DIMANA MATAMU??” bentak nya pada ku.

“M-mianhae, jeongmal mianhae. Maafkan aku, aku janji akan membayar ganti rugi pengobatanmu. Tapi ku mohon jangan laporkan aku ke polisi. Ku mohon” aku mengatupkan kedua tanganku.

“Nona, kau ini sudah mencelakakan ku. Kau lihat ini!! lihat!!” dia membuka kacamata hitam dan masker yang dia pakai. Dia menunjukkan keningnya yang sobek karena ku.

“M-mian…”

Shit… siapa pria dihadapan ku ini. Bisa-bisanya aku, argghh… Aku tak suka melihat tampangnya. Dia adalah pria yang sangat ku benci.

“Apa lihat-lihat?? Lihat saja keningku yang bercucuran darah ini” ucapnya sinis padaku.

Aku muak bertemunya di saat waktu yang tidak tepat seperti ini. Errr… hari ini adalah hari kesialan ku.

“Minggir kau”

Aku beranjak dari tempat itu dan pergi meninggalkannya. Tiba-tiba saja hati nurani ku berubah drastis jadi kebencian yang mendalam saat mengetahui siapa pria itu. aku tak peduli walau darah bercucuran di wajahnya. Aku benci melihatnya. Aku kesal.

“Hey nona tunggu. Kau mau  kemana?? Kau harus tanggung jawab. Hey…”

Aku tak menghiraukan teriakannya. Aku terus berjalan berharap tak ada seorangpun yang melihat kejadian ini.

“Hey nona kau harus tanggung jawab. Kalau tidak akan ku laporkan kau ke pihak yang berwajib”

Aku tak peduli. Terus jalan Jora, ayo terus. Jangan pedulikan pria itu.

“HEY… Aduh…aduh… kepala ku sakit. Sakitt…”

Sial… teriakannya itu masih terdengar di telingaku. Apa yang harus aku lakukan. Haruskah aku menolongnya. Ini sangat menyebalkan.

 

xxx

 

“Duduklah…!! Tunggu sebentar”

Aku menyuruh nya untuk duduk. Teriakannya tadi itu membuatku merasa bersalah. Aku tau ini semua salah ku jadi aku harus bertanggung jawab. Aku tak bisa membiarkan dia meringis kesakitan di jalan. Maka dari itu aku membawanya kemari. Untuk sementara café ini aku tutup. Aku tidak mau café ku jadi tempat kerumunan orang saat melihatnya ada disini.

“Mianhae…” aku datang sambil membawa air hangat dan kotak obat.

Dia  menatapku dengan seksama. Ck… jangan memandangku seperti itu Tuan Cho.

“Apa lihat-lihat?? Jangan menatapku seperti itu!!” bentakku.

“Ish… nona kau galak sekali. Apa aku tak boleh menatap mu. Kali aja kau akan menendang ku setelah ini. Dengan begitu aku bisa mengingat wajahmu dan melaporkan mu ke polisi kalau saja kau mengusir ku dari sini”

Sial… dia mengancamku. Ancaman itu benar-benar membuatku tak bisa berbuat apa-apa lagi. Kalau aku masih besikap kasar padanya, aku bisa dilaporkannya ke polisi.

“Kau mengancamku hah??”

“Siapa yang mengancam mu. Aku serius nona”

Tenang Jora, tenang. Tenangkan pikiranmu saat ini. Sekarang yang aku lakukan hanya berpura-pura bersikap baik padanya agar dia tidak menendangku ke penjara. Ya… penjara. Dengan profesinya sebagai artis internasional, dia bisa saja membuatku masuk penjara. Saat ini dia lebih berkuasa daripada ku.

“Mianhae…” ucapku sambil menundukan kepala.

“Minta maaf??”

“Ne”

“Apa kau serius minta maaf padaku?? Mana ada orang minta maaf sambil menundukan kepalanya. Minta maaflah yang benar. Tatap mata orang yang telah kau lukai”

Cho Kyuhyun sialan. Dia mengerjaiku, dasar iblis.

“Mianhae…” ucap ku ketus sambil menatap matanya.

“Yak… mana ada orang minta maaf dengan kasar begitu. Ulang lagi”

“Mianhae Tuan Cho Kyuhyun” aku mengertak gigiku menahan agar emosi ku tidak meluap di hadapannya.

“Nah bagus. Sekarang obati lukaku”

“Bagaimana kalau kita ke rumah sakit. Biar dokter yang langsung mengobati lukamu” aku mengelak karena tidak sudi mengobati lukanya.

“Andwae. Itu akan menimbulkan berita yang buruk bagi ku. Apa kata orang kalau saja mereka melihat ku ke rumah sakit dengan kening yang berlumuran darah. Aku tak mau beredar berita yang merugikanku”

Ucapan yang bijak. Aku juga tak mau terbawa arus pemberitaan media yang akan merugikanku juga nantinya.

“Lalu  apa mau mu??”

“Obati lukaku sekarang juga”

Dengan terpaksa aku mengobati lukanya sampai selesai. Aku membalut keningnya dengan kapas dan obat merah. Semoga saja tidak terjadi infeksi.

“Sudah selesai”

“Gomawo nona…??”

“Choi Jora. Panggil saja aku Jora”

“Ah, Jora. Gomawo”

“Cheonma”

“Hmm… ngomong-ngomong kafe ini punya mu??”

“Kau tak ada hak menanyakan hal itu”

“Aku kan hanya bertanya. Ini kafe milikmu atau bukan”

“Baiklah Tuan Cho, waktu mu habis. Silahkan pergi dari tempat ini. Aku tak mau orang mengetahui kau ada disini. Itu akan berdampak buruk bagi kafe ku”

“Apanya yang berdampak buruk”

“Kehadiran mu malah akan menimbulkan kerumunan orang yang mau melihat artis seperti dirimu. Itu sangat menganggu kenyamanan kafe kami. Jadi silahkan keluar dari sini”

“Baiklah aku akan pergi. Tapi jangan harap kau bisa lari dariku nona manis”

 

 

KYUHYUN P.O.V

Gadis itu, hahahaha dia sangat lucu. Diancam sedikit saja sudah ketakutan. Dasar…

“Kyu, kenapa kening mu itu??” tanya Donghae Hyung yang menghampiriku di ruang tengah.

“Gwaenchana Hyungnim…” jawabku tetap fokus pada stick game di tanganku.

“Apa kau terluka?? Siapa yang membuatmu seperti ini??” dia menyentuh kening ku.

“Aww… appo Hyung. Jangan di pegang, sakit tahu” aku meringis kesakitan.

“Dasar kau ini. Pasti kau berulah lagi makanya kau jadi seperti ini”

“Tidak kok”

“Lalu”

“Ah, Hyung ini mengganggu saja. Lihat!! Aku jadi kalah kan. Hyung kau menyebalkan”

Aku beranjak ke kamar meninggalkan si ikan mungil ini. Aku ke kamar dan langsung berbaring di ranjang..

“Huft… gadis itu” sesekali aku mengingat wajah cantiknya.

Entah kalian percaya atau tidak, tapi sekarang aku sedang memikirkan gadis itu. Mungkin ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama. Ya… aku percaya akan hal itu. Aku menyukainya saat pertama kali melihatnya. Ini memang bukan cinta tapi aku tak memungkiri hal itu jika suatu saat nanti ini akan menjadi sebuah cinta.

“Choi Jora. Hmm… lumayan juga”

Aku terus saja mengingat wajahnya. Dia cantik, manis, dan lucu. Tapi ada sesuatu yang membuatku bertanya-tanya. Sepertinya dia tidak menyukaiku. Aku merasakan hal itu, karena saat dia mengetahui siapa aku tiba-tiba saja wajahnya berubah jadi musam dan kesal. Apa dia anti-fans dari kami?? Kalau memang benar itu sangat di sayangkan. Tapi kenapa dia membenci kami??

 

 

Pagi ini aku dan Siwon Hyung akan bermain ski. Sebelum pergi kami mempersiapkan perlengkapan yang kami butuhkan. Musim salju saat ini sangat sayang dilewatkan kalau tidak bermain ski. Maka dari itu aku tidak boleh melewatkan kesempatan ini.

“Kyu, tunggu sebentar yah. Ada yang ketinggalan”

“Ne Hyung…”

Entah apa  yang sedang Siwon Hyung ambil di dalam sana, yang jelas aku tetap standby di depan dorm kami. Aku sengaja tak mengajak yang lainnya karena itu akan menyusahkan ku saja. Mereka ber-11 tidak pandai bermain ski. Hanya aku dan Siwon Hyung saja yang pandai bermain ski.

 

Ndret… Ndret…

Ponsel Hyung yang dititipkannya padaku bergetar. Sepertinya ada pesan yang masuk. Aha, sifat evil ku kembali muncul. Aku akan membaca pesannya.

“Kajja Kyu…”

Belum sempat aku membaca pesannya Hyung sudah muncul dari dalam dorm. Aku telat, padahal kan aku ingin membacanya.

“Wae??”

“Ada pesan untuk mu” aku memberikan ponselnya.

“Oh, ne”

Dia membaca pesan yang tertulis di ponselnya itu. Aku jadi penasaran siapa pengirimnya.

“Nuguya Hyung??”

“Oh, sepupuku. Dia menyuruhku ke kafe nya sekarang”

“Sepupumu?? Siapa??” tanya ku penasaran.

“Namanya Jora. Choi Jora”

“Mwo?? Jora??” aku terkejut mendengar nama itu.

“N-ne… kau mengenalnya??”

“Aku seperti pernah mendengar nama itu”

“Kajja Kyu kita berangkat”

“Ah tunggu Hyung”

“Wae??”

“Bagaimana kalau kita ke kafe sepupumu sekarang??” aku hanya ingin tahu sepupunya itu Jora si gadis cantik itu atau bukan.

“Kau ini bagaimana sih. Kan kita mau pergi bermain ski, kenapa kau jadi berubah pikiran begini”

“Tiba-tiba mood ku berubah Hyung hehehe. Kita ke kafe sepupumu itu saja yah. Kasian sepupumu, dia menyuruhmu untuk datang ke kafe nya pagi ini”

“Ya sudahlah. Kita bawa masuk lagi perlengkapan ski ini”

 

Aku dan Hyung memutuskan untuk pergi ke kafe sepupu yang dia maksud. Untuk sekedar mengobati penasaran yang menghinggap di diriku, aku memohon pada Siwon Hyung ikut bersamanya. Awalnya dia menolak karena dia takut sesuatu terjadi padaku. Dia bilang nanti aku bisa celaka. Aneh bukan?? Masa hanya berkunjung ke sebuah kafe saja aku bisa celaka.

“Kalau sesuatu terjadi padamu aku tidak mau menanggung akibatnya” ucap Siwon Hyung memperingati ku.

Akhirnya kami tiba juga di kafe sepupunya Siwon Hyung. Ck… benar dugaan ku.

“Selamat datang di kafe kami Tuan. Mari silahkan duduk” sapa pelayan yang menyambut kami.

Aku dan Siwon Hyung pun mencari tempat duduk yang nyaman untuk bersantai. Kafe ini masih sepi, maklum saja mungkin karena masih pagi.

“Hmm… Jora nya ada??”

“Oh nona Jora sedang ada di dapur. Mau saya panggilkan??”

“Ne…”

“Tunggu sebentar tuan”

Pelayan itu beranjak ke dapur untuk memanggil… Ah, ku harap dia si wanita cantik itu.

“Kenapa senyum-senyum??”

“Aniya Hyung…” jawabku tersenyum riang.

“Mencurigakan”

“Hehehe… oh iya, siapa tadi nama sepupumu?? Jora??”

“Ne, ada apa memangnya??”

“Ani… Dia gadis yang cantik yah Hyung”

“Hey… dari mana kau tahu kalau sepupu ku itu sangat cantik. Apa kau mengenalnya??”

“A-aku…”

“Oppa…”

Aku sangat mengenal teriakan itu. Suara itu masih terekam jelas di otak ku. Mungkin kah dia gadis yang ku temui kemarin siang??

“Jora-ah…” sahut Siwon Hyung dan gadis itu menghampiri kami. Aku menundukkan kepala untuk membuat sureprise padanya.

“Oppa akhirnya kau kemari juga. Maaf pagi-pagi sudah menganggumu”

“Gwaenchana. Kebetulan aku sedang libur. Hmm… apa kau membuat menu makanan baru??”

“Ne. Oppa, kau membawa siapa?? Dia teman mu??”

“Ng… dia…”

“SUREPRISE…” aku mendongkak kan wajahku di hadapannya sambil tersenyum licik. Akhirnya rencanaku berhasil juga. Dia terkejut melihat kedatangan ku.

“Mwo?? Kau??”

“Jora, tenangkan dirimu. Ku mohon jangan emosi yah” Siwon Hyung mengatupkan tangannya kearah gadis ini.

“Oppa… kenapa kau membawanya hah??” bentaknya pada Siwon hyung “hey… mau apa kau kemari??”

“memangnya aku tidak boleh kemari?? Kan sudah ku bilang kau tidak akan bisa lari dariku nona Choi Jora” sahutku sedikit merayu nya

“kau… pergi kau dari sini!! Aku tak mau melihat mu disini. PERGIII…”

“nona pelankan suaramu!! Jangan berteriak!!”

“APA HAK MU HAH?? KAFE INI MILIK KU”

“Jora-ah, tenangkan dirimu. Jangan ribut!! Nanti kalau penduduk sekitar mendengarnya bisa bahaya nanti”

“Oppa pria ini sangat menyebalkan”

“Iya, tapi tenangkan dirimu sejenak. Duduklah”

Benar kan dugaan ku, gadis ini sangat membenci ku. Tapi kenapa?? Apa aku pernah berbuat salah padanya??

“Siapa yang menyuruh Oppa membawa pria ini hah??”

“Jangan salahkan Siwon Hyung, tapi salahkan lah aku. Aku yang memohon ikut bersamanya. Jadi kalau mau marah, marahlah padaku”

“Aku tidak ada urusan denganmu. Kau diam saja”

“Dia yang meminta ikut kesini”

“Oppa kan tahu aku sangat membenci pria ini”

“Ne, tapi tenangkan dulu dirimu. Jangan emosi”

“Kau… Kenapa kau minta ikut kemari hah??” tanya nya sengit.

“Ish… kau ini kasar sekali. Apa kau lupa, keningku seperti ini karena dirimu??” ucap ku sambil memperlihatkan keningku yang masih berbalut kain kasa.

“Mwo?? Jadi kening mu luka karena…”

“Ne hyung. Sepupu mu yang cantik inilah yang membuat kening ku luka”

“Jora, kau apakan dia??”

“Itu salahnya sendiri oppa”

“Salahku?? Jelas-jelas itu salah mu. Kau menedang kaleng soft drink sembarangan hingga mendarat di keningku. Kau pikir di depan mu tidak ada orang hah??”

“Benar begitu??”

“Ne Oppa…” jawabnya tertunduk.

“Kau ini… Kau tidak boleh seperti itu Jora. Jelas-jelas ini salahmu. Kau harus minta maaf padanya”

“Sudah kemarin”

“Benar Kyu??”

“Ne Hyung… Perban ini juga dia yang membuatnya”

Aku menatap wajah gadis ini dengan penuh harapan. Berharap dia tidak membenci ku lagi.

“Apa kau lihat-lihat??”

“Jora-ah, kau sangat cantik” aku merayu nya lagi.

“Apa kau bilang??” dia beranjak diri dari bangku sambil memegang buku daftar menu. Sepertinya dia akan memukulku dengan itu.

“Jora andwae. Jangan lakukan itu” pinta Siwon Hyung.

“Hey… Kau mau memukulku dengan itu. Kau mau melukaiku lagi??”

“Jora, oppa mohon jangan luapkan emosi mu pada Kyuhyun. Oppa mohon…” Siwon Hyung memohon agar dia tidak memukulku dengan benda itu.

“Baiklah, kalau dia tidak mau terluka silahkan pergi dari tempat ini”

“Kau mengusirku??”

“Kalau iya kenapa??”

“Aishh… izinkan lah sebentar aku mencicipi menu baru mu. Aku ingin mencicipi makanan di kafe ini” ucapku sambil membolak balikan daftar menu.

“Jangan mengusirnya. Kasian dia kalau kau sampai mengusirnya” Siwon Hyung membelaku.

“Hmm… Enaknya pesan… CHOKYULATE COFFE??” aku terkejut melihat nama minuman yang tertera di daftar menu. Namanya sama seperti nama ku.

“Kau belum menghapusnya Jora??”

“Belum oppa…”

“Hahaha ternyata dibalik sikap mu yang galak diam-diam kau mengidolakan ku yah” untuk kesekian kalinya aku menggodanya.

“Diam kau… itu bukan aku yang membuatnya”

“Ah, bilang saja kau ngefans padaku kan??”

“Aku tak sudi mengidolakan orang seperti mu”

“Hmm… Baiklah aku pesan Chokyulate Cho Kyuhyun satu” entah mengapa aku senang sekali membuatnya marah.

“Kau ini…”

“Sudah sana cepat ambilkan pesananku. Aku ini tamu jadi kau harus melayaniku sebaik mungkin. Arrasseo??”

Dia kembali ke dapur dengan muka yang musam. Hahaha biarkan saja, semakin dia marah semakin cantik wajahnya.

“Kyu maafkan sikap sepupuku itu yah. Maafkan dia”

“Hmm dia sangat membenci ku ya Hyung”

“Hehe… seperti itulah”

Tak selang waktu yang lama, Jora membawakan pesanan ku. Chokyulate Cho Kyuhyun. Aishh kenapa aku merubah nama minumannya. Hahaha tidak apalah.

“Ini pesanan mu Tuan Cho”

“Gomawo…”

 

Kunjungan kali ini sangat memuaskan batinku. Rasa penasaran ku terbalas sudah. Kini aku tahu siapa Jora sebenarnya. Gadis itu, aku tidak akan melupakannya.

“Jora-ah kami pamit dulu. Sampai jumpa di lain waktu” Siwon Hyung pamit.

“Ne Oppa. Mianhae aku tidak bisa menunjukan menu baru itu sekarang. Lain kali aku akan menunjukannya padamu”

Aishh… saudara sepupu ini lama sekali berbincang-bincang. Haruskah aku berdiri di depan mobil ini sampai jamuran??

“Hyungnim… cepatlah sedikit” teriak ku.

“Ne, sebentar”

“Cepat lah”

“Ne Kyu…” Siwon Hyung menghampiriku.

“Lama sekali kau ini Hyung”

“Ada yang kubicarakan tadi dengan  Jora”

“Eh, tunggu sebentar Hyung…”

“Kau mau kemana??”

“Sebentar saja”

Aku menghampiri Jora yang masih berdiri di depan pintu café. Melihat kedatangan ku, dia malah berbalik arah.

“Jora-ah tunggu” aku menarik tangannya.

“Lepaskan tanganku” dia berusaha menarik tangannya dari genggaman ku “Mau apa kau??”

“Hehehe…  Sampai jumpa lagi gadis cantik. Aku harap kita bisa berteman baik”

“Cihh jangan harap”

“Kyuhyun-ssi… cepatlah!!”

“Sudah dulu yah. Pai-pai” aku mengedipkan sebelah mataku. Itu membuat dia menatap ku jijik.

 

Sesampainya di dorm…

“Hyung…”

“Wae??”

“Kenapa Jora sangat membenciku?? Apa dia antis??”

“Antis?? Justru dia itu seorang ELF”

“ELF…?? Lalu kenapa dia sangat membenciku??”

“Entahlah Kyu, aku juga tidak mengerti kenapa dia sangat membencimu. Dia hanya bilang kau itu gamers yang payah, dongsaeng kurang ajar, dan… yah pokoknya begitulah”

“Hanya itu?? Alasan yang tidak bisa masuk di akal”

“Tapi dia gadis yang baik, gadis yang ceria pula. Aku senang melihatnya”

“Jinjja??”

“Hmm”

“Hyung…”

“Ne??”

“Boleh aku minta nomor ponselnya??”

“Mwo?? Untuk apa??”

“Aku hanya ingin mengenalnya lebih jauh”

“Kau menyukainya??”

“Entahlah, mungkin iya mungkin tidak. Boleh ya Hyung. Jebal…” aku memasang tampang melas. Ku harap Hyung mau memberikannya padaku.

“Aku takut dia akan marah”

“Hyung tenang saja. Semua itu serahkan padaku”

“Baiklah”

 

 

JORA P.O.V

Sial sial sial… kenapa aku bertemu orang itu lagi. Arghh… hari ini hari yang benar-benar sial. Pertama, aku bertemu dengan pria itu, kedua aku gagal menunjukan menu baru ku pada Siwon oppa. Ini semua berkat si pria bodoh itu. Padahal aku berharap Siwon oppa mencicipi menu itu sekarang.

My love, My kiss, My heart

Modu Mudeodulge Gaseumsok Gipeun Got Yeah~

 

“Yeoboseyo Oppa…”

“Kau belum tidur??”

“Belum… Ada apa Oppa menelpon ku malam-malam??”

“Oppa hanya ingin bilang, jangan membenci magnae ku lagi yah. Dia tak seburuk yang kau pikirkan”

“…” aku diam tak menjawabnya.

“Dia anak yang manis dan baik hati sama sepertimu. Kau tidak boleh membencinya. Kau kan ELF itu berarti kau mencintai kami ber-13 tanpa terkecuali. Arrasseo??”

“…” aku tetap diam.

“Jora-ah… apa kau mendengarku”

“Ne Oppa”

“Berapa anggota Super Junior??”

“13”

“Sebutkan…”

“Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Oppa, Donghae, Ryeowook, Kibum, dan…”

“Ayo teruskan…”

“Cho Kyuhyun…” dengan berat hati aku terpaksa menyebut namanya.

“Great… Bahkan kau menyebut nama lengkapnya. Sudah yah, jangan membencinya lagi”

“Ne Oppa. Aku tidak akan membencinya lagi”

“Janji??”

“Janji”

“Ya sudah sekarang tidurlah. Nice dream…”

 

Aku, apa yang aku lakukan selama ini salah. Apa aku salah membencinya. Tapi, memang benar apa kata Siwon Oppa, aku tidak boleh membencinya. Aku ini ELF, mana boleh aku membenci salah satu member Super Junior.

“Mianhae Cho Kyuhyun. Alasan ku membencimu memang tidak masuk di akal. Maafkan aku, aku bukanlah ELF yang baik untuk mu”

Sebagai pemandu tidurku malam ini, aku mendengar lagu Super Junior – My Love, My Kiss, My Heart. Lagu ini sangat menyentuh batinku. Setiap kali aku mendengar lagu ini aku selalu lupa akan kebencianku padanya. Suara merdunya itu mampu meluluhkan hatiku. Terkadang aku berpikir kalau aku terlalu berlebihan membencinya. Aku jadi merasa bersalah, huft…

 

xxx

 

Matahari pagi menghiasi setiap sudut kamarku. Sinarnya yang hangat memaksa ku bangun dari tidur ku yang lelap. Ku regangkan otot-otot badanku yang kaku karena tidur semalam. Aku berharap hari liburku kali ini mendatangkan keberuntungan bagiku.

“Hoamm… sudah jam berapa sekarang”

Aku meraih ponsel di sampingku dan aku terkejut melihat sederet nomor yang tak ku kenal mengirimi aku pesan.

 

Pagi Jora ^^ apa kau sudah bangun??

Jora-ah jangan lupa sarapan yah…

Semoga harimu menyenangkan

_Chokyulate_

Ck… darimana dia tahu nomor ponselku. Darimana dia mendapatkannya. Apa yang harus aku lakukan. Pria itu, apa lagi sih maunya.

 

Aku pergi jalan-jalan keluar rumah untuk melupakan semua yang telah terjadi. Aku berharap ini bisa mengurangi beban ku saat ini.

“Eonni… apa kau mau membantuku”

Seorang anak kecil menghampiriku yang sedang duduk termenung di bangku taman. Anak kecil ini sangat cantik dan imut.

“Apa yang bisa ku bantu untukmu gadis kecil??”

“Bantu aku ambilkan balon yang menyangkut di pohon itu” katanya sambil menunjuk balonnya yang nyangkut diatas pohon.

“Baiklah biar ku bantu”

Aku mendatangi pohon itu dan berusaha mengambil balonnya yang menyangkut di ranting pohon. Tapi ranting itu terlalu tinggi, jadi aku harus menjinjit untuk mengambilnya.

“Pohon ini terlalu tinggi. Aku susah untuk mengambilnya”

Disaat aku berusaha mati-matian menjinjit, aku melihat sebuah tangan meraih balon itu dengan mudah.

“Balon ini milikmu yah?? Ini Oppa berikan”

Cho Kyuhyun, sedang apa dia kemari.

“Gomawo Oppa…”

“Ne cheonma…” dia tersenyum pada anak itu.

Lebih baik aku segera pergi dari sini. Aku tak mau berurusan lagi dengannya.

“Jora-ah tunggu…”

Aku menghentikan langkahku dan menoleh balik kearahnya.

“Wae??”

“Kau mau kemana?? Apa setelah melihatku kau akan pergi begitu saja”

Daripada aku merasa tambah bersalah dibuatnya, aku memilih menemaninya sebentar disini. Duduk diam berdua di taman yang indah ini.

“Apa kau sudah membaca SMS dariku??”

“sudah” jawabku singkat.

“Hmm hari ini sangat menyenangkan bukan??”

“Ne…”

“Kau bohong” dia menatap kearah ku. Dia menatap dalam mataku. Aku tak suka dia menatapku seperti ini.

“Kenapa kau menatap ku seperti itu??”

“Ini bukanlah hari yang menyenangkan untuk mu”

“Darimana kau tahu??”

“Karena ada aku. Kau selalu menganggapku sebagai sebuah kesialan bukan??”

Aku hanya diam tak menjawab pertanyaannya.

“Kenapa diam?? Apa perkataan ku barusan benar??”

“Mianhae… tak seharusnya aku membencimu”

“Tidak apa-apa kalau kau membenciku. Itu hak mu. Tapi yang sangat aku sayangkan kenapa kau sangat sangat membenciku. Apa aku punya salah padamu??”

Aku menunduk diam memilih tak menjawab pertanyaannya.

“Hey… boleh aku ikut bermain bersama kalian??” teriaknya kepada kerumunan anak laki-laki yang sedang asik bermain bola.

“Kau tunggu sebentar yah”

Dia berlari menghampiri anak-anak itu bermain bola. Aku bisa melihat jiwa polosnya terpancar dari dalam dirinya. Jiwa polos anak-anak itu sama dengan jiwa polos yang dimiliki Kyuhyun saat ini. Dia terlihat asik bermain bersama mereka. Itu jelas terlihat dari wajahnya yang begitu gembira. Senyuman itu, baru kali ini aku melihatnya tersenyum indah seperti itu. Senyuman tulus dari seorang malaikat. Melihat senyumnya yang sekarang membuatku tak ingin menyebutnya si iblis yang nakal.

“Hey Jora… lihat tendanganku yah”

Dia berteriak dari tengah lapangan. Aku hanya menuruti permintaannya. Alhasil bola yang dia tendang masuk ke gawang lawan. Itu membawa kegembiraan tersendiri untuknya.

“Jora kau lihat kan. Tendangan ku berhasil. Aku hebat kan” teriaknya dengan penuh kegembiraan.

Aku tersenyum senang melihat keberhasilannya. Eh… aku tersenyum?? Aku tersenyum untuk seorang Cho Kyuhyun?? Aku tersenyum pada pria yang sangat ku benci ini?? Apa aku tidak salah??

 

“Gomawo. Kau sudah menemaniku bermain hari ini. Aku sangat senang”

“Kau tak perlu berterima kasih”

“Mau ku antar pulang??”

“Tak perlu, rumah ku dekat dari sini”

“Kalau begitu bagus. Sekalian aku ingin tahu rumahmu dimana”

“Tapi nanti kalau ada orang yang melihat mu bagaimana??”

“Jangan khawatir. Tidak akan ada yang melihat kita. Kau tenang saja”

Baiklah ku harap juga begitu. Semoga saja tidak ada yang melihat kami berdua. Aku dan Kyuhyun memilih berjalan kaki sampai ke rumah ku. Sepanjang jalan kami hanya mengobrol seadanya.

“Jora-ah boleh aku tahu siapa bias mu??”

“Aku Petals…” jawabku singkat.

“Ohh… kau mengagumi Heechul Hyung yah”

“Ne…”

“Beruntungnya Hyungku mendapat fangirl cantik sepertimu”

“Jangan merayuku”

“Siapa yang merayu?? Aku berkata apa adanya”

“Cho Kyuhyun…”

“Ne??”

“Kenapa wajahmu kering sekali?? Makanlah sayuran yang banyak” bodohnya aku menanyakan hal itu padanya.

“Darimana kau tahu aku tak suka makan sayur?? Jangan-jangan kau Sparkyu yah??”

“Ck bodoh. Semua ELF juga tahu akan hal itu”

“Ah, ku pikir kau Sparkyu”

“Sampai kapanpun aku tidak akan mau jadi Sparkyu”

“Wae??”

“Aku tak suka”

Ketika langkah menuju rumahku tinggal beberapa langkah lagi, aku dikagetkan dengan sekumpulan yeoja berbaris dihadapan kami berdua. Kerumunan itu semakin dekat kearah kami.

“Oppa… siapa wanita ini??” tanya gadis remaja yang kurasa dia masih SMA.

“Iya, siapa gadis ini oppa?? Apa dia yeojachingu mu??” tanya gadis yang satunya lagi.

“Oppa beritahu kami cepat!!”

Benar dugaan ku. Inilah dampaknya kalau sampai ada orang yang melihat. Aku sungguh menyesali hal ini.

“Kalian tenang dulu. Aku hanya…”

Belum sempat aku selesai bicara, salah satu dari yeoja ini mendorongku hingga hampir terjatuh. Untung saja Kyuhyun menahan ku agar tidak jatuh.

“Apa yang kalian lakukan?? Jora-ah, gwaenchanayo??”

“Ne gwaenchana”

“Hey wanita jelek, siapa kau sebenarnya??”

“Aku…”

“Dia yeojachinguku” aku sontak kaget mendengar pernyataannya tadi.

“Apa yang kau bicarakan Kyuhyun-ssi. Kalian tenang dulu, ini hanya salah paham. Aku hanya…”

“Kalian tidak percaya padaku. Baiklah akan ku buktikan”

Secepat kilat dia menarik wajahku kehadapannya dan langsung mencium bibirku. Dia melumatnya dengan lembut tanpa memberi sedikitpun celah untuk aku berbicara. Aku hanya bisa diam terpaku di buatnya.

“O-oppa…kau jahat. Kenapa kau lakukan ini pada kami”

Yeoja itu merasa kecewa akan perbuatan Kyuhyun kali ini. Aishh… kenapa dia masih terus melumat bibir ku. Apa dia tidak mendengar tangisan yeoja-yeoja ini.

“Kyuhh… le..pass” aku mencoba melepaskan dirinya darinya. Tapi sayang ciumannya terlalu kuat. Aku tak bisa melepaskanya. Dia semakin dalam melumat bibirku dan aku, pabo…aku malah menikmatinya ciuman itu

“Kyuhh…” aku mendorongnya sekuat tenaga hingga aku bisa terlepas dari ciuman ganasnya itu.

“Kalian lihat sendirikan?? Kalian masih belum percaya gadis ini adalah kekasihku?? Ck… jagiya, ayo kita pergi”

“Oppa… kau mau kemana. Oppa kau jahat”

Kyuhyun tak menghiraukan teriakan kerumunan itu. Dia tetap membawaku pergi dari kerumunan itu.

“Kyu lepaskan aku!! Lepaskan” aku terus memberontak.

“Jangan hiraukan mereka”

“Kyuhyun-ssi aku mau pulang. Rumah ku tinggal beberapa langkah lagi dari sana. Lepaskan aku. Aku bilang lepaskan” aku berusaha melepaskan tanganku dari genggamannya.

“Baiklah…” akhirnya dia melepaskan genggamannya “Maafkan aku…”

“Maaf untuk apa??”

“Mianhae atas perlakuan ku tadi. Ku harap kau tidak marah padaku”

Entah aku ini marah atau tidak padanya. Di satu sisi aku begitu marah atas perlakuannya tadi padaku, tapi di sisi lain aku menyukainya. Itu terbukti aku malah menikmati ciuman itu.

“Kau tak perlu minta maaf”

“Mwo?? Kau tidak marah padaku??”

“Ani…”

“Aku pikir kau marah padaku. Rupanya kau menikmati ciuman itu yah??”

“Apa kau bilang?? Menikmati ciuman itu?? Kau tahu, aku sulit bernapas karena ciuman bodoh mu itu. Dasar pria kurang ajar” aku menginjak kencang kakinya hingga dia meringis kesakitan.

“Aww… sakit Jora. Kau ini, katanya tidak marah tapi kenapa malah menginjak kakiku” dia terus saja memegang kakinya.

“Itu pembalasan ku hari ini untukmu. Minggir kau bodoh”

 

xxx

 

Aku pernah mendengar pepatah benci itu bisa jadi cinta. Aku tak tahu ini berlaku untuk ku atau tidak. Aku merasa dia tak seburuk yang aku pikirkan. Dia adalah pribadi yang hangat dan menyenangkan. Aku merasakan kenyaman bila dekat dengannya. Apa ini yang dinamakan cinta?? Apa mungkin aku mencintai pria yang sangat aku benci.

“Cho Kyuhyun… Apa aku mulai jatuh cinta padamu??”

Ciuman tadi siang itu membuatku tak bisa tidur malam ini. Sial… dia telah merebut ciuman pertamaku. Dia bukan kekasihku tapi dia sudah duluan menikmati bibirku. Aigoo… aku malu kalau harus mengingatnya kejadian tadi pagi.

“Cho Kyuhyun sialan. Dia telah mencuri ciuman pertamaku”

Aku tersenyum mengingat kejadian itu. Aku akui di sela-sela ciuman kami aku begitu menikmatinya. Bibirnya yang hangat sangat aku rasakan ketika dia melumat bibirku. Dia memperlakukan ku begitu lembut. Aku merasakan ciuman itu tulus dia berikan hanya untuk ku. Apa aku boleh jatuh cinta padanya??

 

Keesokan paginya di kafe.

“Jora-ah…”

“Ne Eonni”

“Tadi Siwon Oppa menelpon ku. Dia bilang sore ini dia mau mengajakmu ke suatu tempat. Dia menunggumu di taman kota jam 4 sore nanti. Jangan lupa”

“Ne Eonni…” ucapku sambil menata bunga di setiap meja tamu.

 

xxx

 

Tepat jam 4 sore aku berangkat dari kafe. Ku harap Siwon Oppa tidak menunggu ku lama sekarang. Sesampainya di taman aku mencari sosok pria bertubuh tinggi dan berbadan tegap. Semoga dia masih berkenan menunggu ku.

“Oppa…” aku melihat Siwon Oppa sedang duduk santai di ayunan taman. Melihat kedatanganku dia langsung menghampiri ku.

“Apa kau sudah siap??”

“Mianhae Oppa aku telat. Tadi pengunjung kafe ramai sekali”

“Gwaenchana. Kajja kita pergi”

“Tapi kita mau pergi kemana??”

“Nanti juga kau akan tahu setibanya disana. Kajja nanti kita telat”

Siwon Oppa menggandengku masuk ke dalam mobilnya. Aku tak tahu dia mau membawaku kemana. Aku hanya menuruti perkataannya saja.

“Oppa apa perjalanan kita masih jauh??”

“Sebentar lagi sampai. Sabarlah sedikit”

Baiklah, aku menunggu sabar sampai perjalanan ini selesai. Aku melihat orang-orang berjalan di trotoar sambil sesekali aku memikirkan sosoknya yang menyebalkan itu. Aishh… kenapa tiba-tiba aku merindukannya. Sedang apa dia sekarang.

“Nah sudah sampai…”

Siwon Oppa membukakan pintu mobilnya untukku. Dia memang pria yang baik. Selalu memperlakukan wanita dengan sangat sopan.

“Oppa, bukankah tempat ini tempat untuk mengadakan sebuah pertunjukan. Mau apa kita datang kemari??”

“Nonton drama musical”

“Drama musical?? Drama musical siapa??”

“Nanti kau juga akan tahu. Kajja… eh tunggu”

“Wae??”

Oppa melihat ku dari ujung kaki sampai ke ujung rambut. Tak biasanya Oppa melihat ku seperti ini.

“Ada apa Oppa?? Apa ada yang salah dengan penampilanku??”

“Sempurna. Kau terlihat cantik. Ayo masuk”

Oppa menggandengku masuk kedalam. Aku tak tahu drama musical siapa yang dia maksud. Dia hanya bilang nanti aku juga akan mengetahuinya bila sudah sampai di dalam.

Sesampainya didalam, para penonton sudah memenuhi ruangan ini. Sangat ramai, aku khawatir kami tidak kebagian kursi.

“Oppa ramai sekali. Kita mau duduk dimana??”

“Kita duduk di bangku VIP disana” kata oppa menunjuk bangku yang paling depan.

Aku dan Siwon Oppa pun duduk dibangku yang paling depan. Baguslah, dengan begitu aku bisa melihat jelas siapa pemeran drama musical yang sebentar lagi akan dimulai.

 

Akhirnya saat yang ku nantipun tiba. Sebentar lagi aku akan tahu siapa-siapa saja pemeran drama musical ini.

“Lihat!! Itu dia” Oppa menunjuk pemeran namja yang wajahnya tak asing lagi bagiku.

“Dia…??”

Aku terkejut melihat pemeran utama pria yang sedang beraksi diatas panggung sana. Aku baru sadar kalau kami sedang menonton drama musical Catch Me If You Can,  itu drama musical nya Kyuhyun. Aku melihat dia diatas panggung dengan aktingnya yang memukau. Aku senang melihatnya yang sudah mulai pandai berakting.

 

Adegan demi adegan aku tonton dengan seksama. Aku tak mau ketinggalan setiap adegan yang dia mainkan. Semua penonoton terpesona dibuatnya, terlebih lagi aku. Entah kenapa aku mulai melupakan kebencianku padanya. Semenjak dia mencium ku, aku jadi selalu memikirkannya. Ciuman itu, walaupun hanya spontan tapi aku merasa ciuman itu sangat berarti bagiku.

 

Tapi pernyataanku salah. Aku salah menganggap ciuman itu tulus hanya diberikannya untuk ku. Itu terbukti di adegan yang sedang ku lihat saat ini. Dia mencium Sunny yang tidak lain adalah lawan mainnya. Tiba-tiba dadaku terasa sesak melihat mereka berciuman. Hatiku sakit melihat dia begitu tulus mencium Sunny. Aku bisa melihat itu dari ekspresinya. Ekspresinya sama seperti dia mencium ku waktu itu.

“Kyuhyun…” ucapku getir.

“J­­­­­­­ora-ah… kau kenapa??” tanya Siwon Oppa

Tak sadar air mataku mengalir begitu saja. Apa ini yang dinamakan cemburu?? Apa aku cemburu melihat Kyuhyun mencium Sunny?? Apa aku mulai menyukainya?? Sungguh aku tak suka melihatnya mencium wanita lain.

“Jora kau mau kemana??”

Aku beranjak lari dari ruangan itu. Aku tak sanggup untuk melihat adegan mereka selanjutnya. Aku tak mau melanjutkan drama musical itu lagi. Aku benci kau Cho Kyuhyun. Aku benci kau.

 

Aku memilih duduk berjam-jam di depan gedung pertunjukan drama musical ini berlangsung. Aku memeluk lututku sambil terus menangis. Sakit rasanya mengingat adegan tadi itu. Aku tak mau kembali ke tempat duduk ku lagi. Sampai kapanpun tidak akan.

“Sedang apa kau disini?? Kau tidak menonton drama musical ku sampai selesai??”

Aku menatap kesal namja yang ada di hadapan ku. Aku kesal melihat dia berciuman dengan wanita lain.

“Itu bukan urusan mu” aku beranjak pergi meninggalkannya.

“Hey tunggu…” dia menarik tanganku.

“Lepaskan aku Kyuhyun-ssi. Cepat lepaskan”

“Aku tidak akan melepaskan mu sampai kau memberitahuku kenapa kau menangis”

“Aku tidak mau. Lepaskan aku Kyu. Ku mohon lepaskan aku”

“Apa karena adegan di dalam tadi makanya kau jadi seperti ini hah??”

“Kalau iya memang kenapa??” aku  membentaknya “Asal kau tahu Kyu, aku tidak suka melihat adegan itu. Aku tidak suka kau mencium Sunny. Aku tidak suka kau mencium wanita lain selain aku” air mata ini semakin menjadi-jadi. Aku malu harus mengatakan ini padanya.

“Dadaku terasa sesak melihat kau mencium lembut bibirnya. Aku bisa melihat itu dari ekspresimu Kyu. Itu ekspresi saat pertama kali kau menciumku. Aku tak suka melihatnya”

“Dasar bodoh…” dia menarikku kedalam pelukannya. Dia menyenderkan kepala ku ke dadanya “Itu hanya akting ku mohon jangan anggap itu serius”

“Tapi hati ku sakit saat harus melihat itu semua”

“Mianhae. Mianhae kalau hatimu sakit melihat adegan itu. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi” perlahan dia menghapus air mata ku dengan ibu jarinya “Jangan nangis lagi yah” dia mengecup lembut kening ku.

“Kau janji??”

“Ne…”

“Jangan mengulanginya lagi yah” aku memeluknya erat seakan tak mau berpisah darinya.

“Ehm… Siapa yang mengijinkanmu memelukku”

Ishh… orang ini sangat menyebalkan. Apa dia lupa kalau aku seperti ini karena ulahnya.

“Kau ini…” aku mencubit perutnya “Kau pikir siapa yang telah membuat aku menangis seperti ini hah?? ini semua karena ulahmu”

“Aww… sakit…” dia meringis kesakitan.

“Rasakan itu” saat aku mau beranjak dengan sigap dia terlebih dulu memeluk ku dari belakang.

“Jangan pergi. Jangan tinggalkan aku sendirian. Malam ini aku hanya ingin bersama mu”

“Kyu…” ucapku lirih.

“Kau mau menemaniku kan??” dia membalikkan tubuhku hingga aku bisa menatap matanya “Jadilah wanita impianku. Kau mau??”

“Apa aku pantas mendampingimu?? Aku sudah memperlakukanmu sangat buruk”

“Itu dulu saat kau masih membenciku. Tapi sekarang tidak. Aku melihat ketulusanmu pada diriku”

“Tapi…”

Dia mendekatkan wajahnya ke wajah ku. Aku terkejut merasakan bibirnya  yang manis dan hangat mendarat di bibirku. Aku merasakan perlakuannya begitu istimewa malam ini. Dia membawaku ikut menikmati ciuman ini. Aku pun membalas ciumannya dengan hangat juga. Perlahan dia mulai melepaskan ciumannya.

“Apa kau suka??”

Aku hanya tertunduk malu. Sial… bocah ini berhasil membuatku jadi salah tingkah.

“Mau kah kau jadi kekasih ku??”

“Tapi aku bukan tipe wanita idealmu Kyu”

“Kata siapa?? Kau cantik, berambut panjang, berkaki indah, bermata bulat, aku yakin kau peduli dan setia padaku. Tanpa kau ketahui sebenarnya kau adalah tipe wanita ideal pria yang kau benci itu”

“Jinjja??”

“Ne…” ucapnya dengan senyum menawan di wajahnya.

“Aku janji akan belajar jadi Sparkyu yang baik untuk mu”

“Kau tak perlu jadi Sparkyu” dia mengalungkan tanganku di lehernya “Aku tak mau kau sama seperti mereka. Jadilah dirimu sendiri apa adanya”

“Baiklah kalau memang itu mau mu”

“Ehm… jagiya bagaimana kalau kita lanjutkan kegiatan kita malam ini??”

“Kegiatan apa??”

Tanpa persetujuan dariku dia langsung menyambarnya untuk yang ketiga kali. Astaga Kyu, apa kau tidak bisa menahan nafsumu. Dia terus saja melumat bibirku hingga bibirku terasa panas. Dia menahan tubuhku agar aku tak bisa bergerak. Dia hanya fokus pada satu titik yaitu bibirku. Perlahan tapi pasti aku membalas ciumannya. Ciuman ini adalah ciuman yang tidak akan pernah aku lupakan.

 

END…